Selasa, 17 Oktober 2017

Berpikir ke Depan

Hallo semua, 

Mungkin ini jarang terpikir oleh kita, sebuah kalimat "berpikir ke depan". Perbincangan dengan om gue waktu dia kesini untuk operasi anak-anaknya.

Dia membandingkan kehidupannya sekarang sebagai orang tua jauh lebih sulit dibanding kehidupan orang tua kami.

Dia bilang, kita harus lincah dan jangan cuma menerima keadaan. Dia memberikan beberapa gambaran terkait apa yang dia alami kepada gue.

Sehabis operasi anaknya yang menelan biaya cukup besar. Dia berujar, kita harus lincah dalam bekerja dan jangan mengandalkan gaji semata, sebab itu tidak akan pernah bisa mencukupi,  terkhusus untuk mencukupi anak-anaknya.

Mengapa demikian?

Karena anak-anaknya ketika lahir dan tumbuh sampai dengan saat ini, langsung merasakan beragam fasilitas enak yang tidak kita dapati sewaktu dulu.

"Kalo kita dulu" katanya, waktu lahir dan beranjak tumbuh, masih merasakan susahnya hidup. Jadi ketika ekonomi sedang sulit, bisa menerima itu.

Beda dengan anak-anak yang ketika lahir hidupnya sudah enak. "Mereka akan sulit sekali terima kalo kita bilang kalo kita lagi enggak punya uang" kata om gue.

Lebih lanjut, dia membandingkan dengan orang tua kita yang anaknya rata-rata sudah kuliah dan bekerja. Bebannya sebagai orang tua lebih berat karena anak-anaknya masih kecil.

Untuk itu, mumpung masih muda katanya. Kita itu harus mulai berpikir ke depan. Jangan mikir buat sekarang aja. Kalo kita enggak persiapkan semua, nanti bakalan susah ke depannya.

Walaupun masih banyak gambaran-gambaran yang dia kasih, tapi inilah secara garis besar pesannya.

Kamis, 05 Oktober 2017

Tawuran dulu

Obrolan anak SMP di Masjid selesai shalat Zuhur.

A : eh.. si anu mau jadi ketua rohis katanya.
B : Udah pacaran belum dia?
A : Emang gitu?
B : Iyalah, mesti pacaran dulu kalo mau jadi ketua rohis.
C : Kagak, mesti tawuran dulu.
A & B : Emang iya?
C : Iya, bukan pacaran, tapi mesti tawuran dulu.

Ini apaan sih???

Selasa, 26 September 2017

Jangan Berhenti

Sabtu lalu gue bersama Dolly dan Budi ke resepsi pernikahan sahabat kita Ongky yang diadakan diluar kota. Sekitar tiga jam perjalanan untuk sampai ke lokasinya. Alhamdulillah perjalanan menuju acara berjalan lancar.

Akhirnya nikah juga sahabat kita.

Selesai acara kita juga ngobrol sama Ongky yang sudah berganti pakaian. Banyak hal yang kita bicarakan sampai tidak terasa sudah sore.

Gue : Gimana ya caranya biar langsung nyampe rumah?
Ongky : Jangan berhenti!

Sebuah jawaban cerdas yang enggak kepikiran sama gue.

Ongky yang selalu punya solusi.