Minggu, 06 Juli 2014

Ilalang dan Knalpot Motor

Kejadiannya Bulan Mei kemarin. Waktu itu "ilalang" sedang gila-gilanya tumbuh di selah-selah tembok yang memisahkan tempat tinggal kami dengan tetangga.

Dindingnya udah mulai retak-retak.

Kondisi demikian membuat gw tergerak buat melakukan sesuatu. Setelah berkonsultasi dengan Om Ato, gw dianjurkan membeli pestisida pembasmi gulma. Ditemani Yovie siang itu, kita berdua berkeliling di sekitaran Jagakarsa dan Lenteng Agung mencari pestisida yang dimaksud.

Enggak jauh dari Stasiun Lenteng kita ketemu toko yang menjual yang kita cari. Selesai bertransaksi, kita langsung bergegas pulang, tapi nasib malang menimpa pas gw mundurin motor di toko tempat kita belanja. Gw yang siang itu pake celana pendek kena knalpot motor gw sendiri.

Kejadiannya mungkin enggak sampai 2 detik, tapi panas yang gw rasain sampai 2 hari.

Sampai di rumah gw langsung googling pertolongan pertama kalo kena knalpot motor. Abis mix & match info-info yang gw dapat, gw ikuti anjurannya. Intinya cuma dibersihin pake air dingin doang terus jangan diapa-apain.

Gw kembali melanjutkan misi utama. Dibantu sama Om Ato, kita mulai menyirami ilalang-ilalang dengan pestisida. Sebelumnya gw udah ingetin Om Ato kalo pestisida ini sangat beracun. Jadi kita mesti pake pelindung waktu lagi melakukan penyiraman, seenggaknya masker. 

Pakai baju aja kagak, bebas om.

Menjelang sore langit mulai mendung. Apabila hujan, ini tentu bukan hal yang bagus, karena pestisidanya yang enggak bakalan bereaksi. Dan memang sore itu hujan turun dengan deras. Mau enggak mau besok penyiraman harus kembali dilakukan.

Semakin sore kaki gw juga makin perih dan mulai meninggalkan bekas.

Keesokan harinya gw mulai menyirami kembali ilalang-ilalang di saat matahari mulai terbit. Sambil berharap hari itu enggak bakalan lagi turun hujan, dan Alhamdulillah hari itu hujan enggak turun.

Besoknya setelah gw cek langsung terlihat hasilnya. Ilalang-ilalang yang tumbuh di selah-selah tembok mati semua.

Mission complete.

Berbeda dengan kondisi kaki gw. Disaat ilalang-ilalang pada mati, bekas kena knalpot di kaki gw bentuknya semakin mengganggu.

Udah kayak tato permanen.
Untungnya sebulan setelah kejadian itu. Bekasnya mulai memudar secara perlahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar