Jumat, 26 September 2014

Selamat Jalan Bruno

Sebenarnya ini sudah lama sekali ingin gw lakukan. Yaitu melepas Bruno ke tempat dimana dia bisa lebih terawat. Meskipun dalam status kepemilikan Bruno bukan punya gw, tapi dimana dia tinggal dan mendapatkan makan adalah tempat dimana orang-orangnya yang sebenarnya enggak suka merawat hewan. Maka cara ini menurut gw merupakan satu-satunya jalan terbaik buat Bruno.

Sekitar 2 bulan yang lalu gw mulai ngomong sama Lia yang ada di Bengkulu. Dia yang beli Bruno sewaktu masih kecil. Gw jelaskan alasan gw kenapa sudah waktunya buat ngelepas Bruno. Dari respon yang gw terima nampaknya Lia juga menerima alasan-alasan yang gw kasih. Enggak berselang lama setelah gw ngomong sama Lia. Gw mulai mencari tempat-tempat penampungan hewan yang bisa menampung Bruno.

Kemudian gw dapatkanlah Pejaten Shelter sewaktu googling di internet. Gw langsung menghubungi tempat tersebut yang ternyata memang agak susah buat dihubungi. Keesokan harinya gw coba langsung datangi tempatnya dan bertemu dengan yang nampaknya salah seorang petugas disana. Dari informasi petugas tersebut ternyata layanan penerimaan anjing waktunya hanya pada saat weekend.

Hari minggu sore, tepatnya sehabis dari resepsi pernikahan teman angkatan gw, Mia. Gw mampir lagi di Pejaten Shelter dan langsung bertemu dengan dr. Susan. Gw jelaskan kenapa gw ingin menampungkan Bruno. Kemudian setelah berbincang cukup lama dengan dr. Susan. Akhirnya gw bakal diberitahu lagi hari Selasa, karena memang dr. Susan biasanya libur hari itu.

Selasa, 19 Agustus 2014. Sesuai janjinya, dr. Susan datang ke tempat kita buat melihat Bruno. Gw kira hari itu Bruno bakal langsung dibawa. Ternyata hari itu dr. Susan baru memberi vaksin saja buat Bruno. Dan memang seingat gw, sejak dibeli Bruno belum pernah di vaksin. Barulah hari Sabtu kemarin Bruno akhirnya dijemput oleh pegawai dr. Susan.

Detik-detik penjemputan Bruno.

Walaupun Bruno dikenal anjing yang galak sama teman-teman gw, tapi gw juga minta teman-teman gw memberikan pesan-pesan terakhirnya buat Bruno.

Pesan-pesan buat Bruno.

Setelah satu minggu sejak kepergian Bruno gw mulai merasa sedih dan juga kehilangan. Kadang di tengah malam gw antara sadar atau enggak, sering dengar suara gonggongan anjing. Mudah-mudahan gw kuat melewati ini semua.

Selamat Jalan Bruno.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar