Minggu, 12 Oktober 2014

Wawancara dengan The Kiriks

Seperti yang sudah direncanakan, Jumat malam kemarin gw melakukan wawancara dengan Dani. Dia merupakan penggagas sekaligus pembuat dari proyek yang dinamakan The Kiriks. Wawancara dilakukan via facebook dengan alasan efisiensi. Gw sendiri tahu info ini awalnya dari akun instagram Dani, waktu itu dia memposting foto dengan caption..

Album perdana saya (The Kiriks) dalam waktu dekat akan dirilis oleh label asal Copenhagen, Denmark. Album yang berjudul "The River Of Zion" ini dirilis dalam kepingan CD 3" dan didistribusikan di distro dan butik di Denmark, Inggris dan Perancis. Harga album $3.00 belum termasuk shipping ke Indonesia. Sudah saatnya mengenalkan ke khalayak mengenai apa itu aliran "post structuralist rock".

Sumber.

Waktu baca caption-nya 'ah, gila nih orang'. Kemudian gw sedikit flashback, gw ingat setahun yang lalu gw pernah dikasih Dani sebuah CD yang dibilang proyek iseng-isengnya. Malamnya gw langsung dengerin CD yang dikasih Dani. Gw dengerin 13 tracks yang ada di albumnya. Abis dengerin sampe kelar, dengan nada sinis gw berkata dalam hati 'ini apaan sih..?'

Sampai suatu saat Dani nge-RT sebuah tweet dari Majalah Cobra. Penasaran, langsung gw buka link yang di tweet sama Dani. Setelah gw baca, seketika itu gw berubah 180 derajat, 'gila, keren banget nih orang'.

Wawancara gw sama Dani wawancara yang santai. Gw lebih banyak mengulik secara personal apa yang melatarbelakangi dia bikin proyek The Kiriks. Berikut hasil wawancara gw sama Dani..

Gw : Okay, gimana nih kehidupannya setelah lulus dan? hahaha

Dani : Makin membosankan van, enak pas kuliah dulu, punya waktu banyak buat nongkrong sama anak-anak

Gw : Hahaha, sibuk ngapain sekarang dan?

Dani : Sekarang jadi reporter online di metronews bro.

Gw: Hooh, gw udah baca artikel yang di Majalah Cobra dan, keren..

Dani : Ooh Majalah Cobra, thanks atas apresiasinya bro.

Gw : Sekarang ngomongin soal proyek lo bro. Bisa diceritain enggak gimana awal mulanya?

Dani : Awal mulanya itu, ini proyek iseng-iseng pas masih kuliah dulu. Gw emang suka sama bebunyian dan suara apapun.

Gw : Proyeknya kan dari awal 2013?

Dani : Iya, sekitar Januari 2013. Di Fisip malahan.

Gw : Hahaha, awalnya ada partner gitu gak waktu ngerjainnya?

Dani : Enggak ada bro, cuma proyek sendirian aja. Waktu itu lagi iseng-iseng aja bikin riset. Kira-kira kalo gw bikin album dengan format fisik, tapi isinya enggak jelas gimana tanggepan orang gitu. Ternyata mereka pada kepusingan sama proyek yang gw keluarin 4 seri di kampus itu. Mereka dengerin dan gak masuk di telinga.

Gw : Hahaha, iya lah dan. Lo bilang udah suka bebunyian gitu dari dulu. Koreksi gw, berarti lo udah tau post struturalist sebelum lo ngerjain proyeknya ya?

Dani : Enggak, itu aliran yang gw ciptain sendiri. Bagaimana gw pengen mendekonstruksikan struktur lagu atau musik van. Kepala kita sudah terpatri bahwa musik atau lagu yang enak itu strukturnya begitu. Nah, gw pengen bikin itu semua harus dirombak. Kepala kita itu udah terlalu "nyaman" dengerin yang enak-enak. Ide tentang out of the box masih kurang.

Gw : Terus gimana ceritanya sampe ada label dari Denmark yang tertarik buat ngerilis album lo dan?

Dani : Kebetulan gw suka dengerin lagu di bandcamp.com, disitu gw dengerin banyak referensi lagu yang aneh-aneh di barat dan jepang. Mereka cukup gila selera musiknya. Bahkan suara vagina pun dia rombak menjadi sebuah bebunyian yang gila. Nah, gw iseng-iseng bikin 1 lagu pake piano dicampur beberapa efek. Kebetulan pas di bandcamp gw sering ngobrol sama bule disana yang demen juga. Dia juga hobi sama musik-musik eksperimental ini. Waktu pas denger, dia langsung bilang, Apakah ada materi lainnya? "Saya suka suara piano yang penuh kedamaian ini", "Kalau Anda tertarik, mungkin kita bisa bekerja sama", "Saya ada label yang sudah 8 tahun berdiri merilis kaset, cs dan piringan hitam"

Gw : Materi yang lo kasih ke dia materi yang ada di 21 And The Watch Tower? (Cd yang Dani kasih ke gw).

Dani : Iya, gw kasih materi 21atwt yang gw campur-campur dan olah-olah lagi. Dia penasaran gw bikin lagunya pake apa gitu. Pake gitar yang senarnya gak lengkap, gelas, tiang listrik, dengkuran temen gw yang tidur, suara temen gw, piano rusak, gw campur semuanya. Ketika dia tertarik, gw mulai bikin album the river of zion ini. Itu pake gitar aja, sama suara-suara yang gw rekam di kampus, kosan dan jalan-jalan. Oh iya, gw bikin album ini pake rekaman BB (Blackberry). Tapi dimastering sama pihak labelnya, jadi agak bagussan.

Gw : Jadi semuanya lo rekam dari BB?

Dani : Iya, murni dari BB. Dan dibikin high resolution.

Gw : Judulnya selalu out of the box juga yah. Gimana sih, kok semuanya bisa kepikiran sama lo dan? hahaha

Dani : Itu karena gw suka baca-baca hal yang aneh.

Gw : Lo bilang genrenya bikin sendiri dan? Kenapa jadi post-structuralist rock?

Dani : Menurut gw, rock itu bukan sekedar gedebak gedebuk main alat instrumental band, tapi rock itu upaya dekonstruksi terhadap pola-pola usang. Dan gw menganggap, bahwa struktur musik eksperimental ini sudah melebihi dan melewati pemikiran yang ada selama ini. Makanya gw namain post-structuralist rock. Mungkin saat ini ada yang beranggapan bahwa postmo sudah usang hahaha

Gw : Kira-kira kapan nih albumnya nyampe ke Tanah Air dan?

Dani : Nanti sih sama pihak labelnya mau dikasih 30 copy untuk ke gw gitu. Mau dikirim, tapi kata si bule, nyampe ke Indonesia lama. Bisa sebulanan gitu.

Gw : Oh oke oke..

Dani : Ini, majalah online udah ada yang ngereview salah satu lagunya.

Gw : Wuih mantap. Terakhir nih bro, harapan ke depan buat albumnya sendiri gimana?

Dani : Ya gak ada harapan kayaknya van, ini cuma proyek iseng-iseng yang kebetulan dirilis aja. Jadi ke depan ya gw bakal jadi kuli tinta seperti biasanya hahaha

Gw : Hahaha, mantap lah bro kalo gitu.

Dani : Thanks bro atas apresiasinya.

Gw : Tapi ke depannya kalo ada yang tertarik lagi ngajakin lo bikin hal serupa atau lebih out of the box gimana tuh?

Dani : Ya kalo seandainya gw lagi kosong sih gapapa bro, ayo aja.

Gw : Oke bro, terima kasih buat waktu dan obrolannya yang asik. Sign out dulu bro, peace..

Dani : Hahaha, siap bung Ouvanz.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar