Rabu, 27 Mei 2015

Tumbuh dan Hidup Bersama

Siang tadi abis dari kampus, Angga bawa gw beli nasi padang di daerah Kutek. Dia bilang sebelumnya lagi pengen makan nasi padang. Dan dia tahu ada nasi padang murah dan enak, gw baru tahu kalo letaknya di daerah kute. Angga tahu ini dari ceweknya yang punya teman dan kosan teman ceweknya ini kebetulan di kutek.

Waktu keluar kampus dan dua kali belok di dalam gang yang ada di kutek. Kita tiba di tempat warung nasi padangnya. Jalanannya sempit, mobil mungkin enggak bisa masuk. Sepanjang jalan dekat warung nasi padang itu gw perhatikan enggak ada usaha-usaha lain, kecuali kos-kosan.

Warungnya cukup ramai pengunjung. Dan karena lahan parkir yang terbatas, gw harus melewati satu motor di depan pintu masuk. Gw duluan masuk dan disusul Angga. Penjualnya keluar dari ruangan lain dan langsung melayani kita. Gw langsung minta bungkus sama penjual yang gw rasa bukan orang padang itu. Setelah itu gw keluar tinggalkan Angga yang baru akan memesan.

Gw amati lagi benar-benar warung nasi padang ini dari agak kejauhan. Gw keluarkan hp gw dan mengambil gambar warung itu. Ada sedikit kekaguman yang gw rasakan ketika melihat usaha yang ada di depan mata gw. Meskipun cuma warung nasi padang kecil, gw yakin tempat ini enggak pernah sepi dari rezeki.

Semua anak UI tahu kutek adalah surganya kos-kosan, karena hampir semua isi warga kutek adalah mahasiswa UI. Jadi membuat usaha apa pun di kutek asalkan masih berhubungan dengan kehidupan mahasiswa, gw yakin usaha itu akan terus hidup.

Sebelum saya keluar masih ada motor diantara mio sama athlete.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar